Sebuah cerita berawal dari luka. Luka yang timbul karena jarak dan waktu. Semua cerita berawal dari sebuah kekecewaan, yang tak seorangpun tahu akan seperti apa cerita itu. Bahkan tokoh utama dari cerita itu sendiri. Ini hanya sekelumit, hanya sepenggal kisah hidup dari seorang manusia yang terus mencari kedamaian. Saat kekecewaan itu muncul, yang ada hanyalah dendam. Dia mencari apa saja yang dapat mengobati atau menjadi bentuk pelampiasan. Bahkan dia timbulkan luka. Luka pada hati orang – orang yang dengan tulus menyayanginya. Namun hanya satu orang yang mampu pahaminya. Bagaimana terlukanya dia saat harus meninggalkan orang yang sangat dia cintai. Saat mereka baru memulai sebuah cerita. Bagaimana saat dia harus mengikuti arus tanpa bisa melawan meski itu bukan keinginannya. Disanalah dia. Hadir seolah sebagai penyelamat baginya. Tak banyak orang pahami kisahnya yang begitu rumit. Mereka hanya mampu melihat dengan sebelah mata saja. Saat itu, cerita begitu rumit, tapi sempurna baginya, karena dia menjadi orang yang tau segalanya. Bagaikan penulis novel yang menulis ceritanya dengan sudut pandang serba tahu. Satu per satu hati demi hati terluka begitu saja, termasuk dia. Entah kenapa, yang berawal dari sebuah tantangan berubah menjadi cinta. Bahkan begitu dalam dan tak mampu lagi dilepaskan. Dia coba tuk perbaiki semua. Dari 3 menjai 1. Itu satu hal yang sangat luar biasa. Sabar dan mengalah, hanya itu yang dia lakukan untuk menjadi yang 1 itu. Setelah itu semua berubah menjadi sempurna bagi mereka. Benar – benar sempurna. Benar – benar bahagia. Hingga satu hari mereka harus kembali dipisahkan oleh jarak dan waktu saat kisah mereka menjadi sempurna…(….)

Advertisements