Entah sebuah kebetulan atau bagaimana. Dilema. Kata itu benar – benar melekat dalam otakku akhir – akhir ini. Bagaiakn sebuah drama romansa yang penuh dengan cerita cinta. Mulai dari sepasang manusia yang tersipu saat disapa, berdebar – debar saat bertemu, terbahak saat bersama, sampai yang dicekam dilema antar iya atau tidak, pihak ke tiga, cemburu buta, bahkan cerita tragis bunuh diri. Na’uzubillah. Semua karena cinta. Cinta dipuja saat mereka tertawa bersama. Saat masalah melanda? Cinta dipersalahkan. Tapi kita semua tidak bisa menyalahkan cinta begitu saja. Cinta itu anugrah dariNya. Betapa piciknya kita kalau sampai menyalahkan cinta, menjadikan cinta sebagai kambing hitam atas semua hal buruk yang terjadi. Munafik namanya. (bersambung)

Advertisements