Kalau denger kata “tempat romantis”, sebagian besar orang pasti akan membayangkan berdua dengan seseorang yang dicintai di tempat seperti restoran dan berCandle-light dinner, café dg lampu yg redup dan suasana etnik, atau di bukit bintang, puncak gunung, pantai. Saya? Menurut saya itu semua memang romantic, apa lagi kalau berdua dengan yang tercinta. Tapi itu semua bukan tempat TERromantis untuk saya.

Tempat paling romantis yang pernah saya rasakan? Bukan candle light dinner atau di bukit bintang yang bisa lihat jutaan lampu kota dan juga bintang di langit berdua dengannya. Bukan juga gunung dan pantai. Ada dua moment paling romanris. Berada di tengah kerumunan orang, ribuan, atau bahkan mungkin jutaan orang waktu nonton Soundrenaline (Jogjakarta, Sunday, August 10, 2008) & nonton kembang api malam tahun baru (0 km Jogjakarta, 31des2010 till 1jan2011). That was an amazing & wonderful moments. With him of course 😀 Dia, dengan badannya yang lebih besar dariku, melindungiku, jagain tubuh kecil ini ditengah kerumunan orang yang enggak peduli siapa yang ada di sekelilingnya. Inget gimana dia gandeng tanganku biar gak kepisah waktu cari jalan biar bisa keluar dari lautan manusia itu. Cari tempat yang nyaman. Yang udah pernah tahun baru-an di 0 km Jogja pasti tau gimana situasinya (0 km = perempatan Kantor Pos, Malioboro. Anak-anak jogja menamai 0 km karena itu adalah pusat kota Jogja). Itu semua jauh lebih romantis daripada candle light dinner. Asli! Bikin gak bisa berhenti senyum, nyengir malah 😀 karena akhirnya kerja keras setelah berdesak-desakan terbayar dengan kembang api yang WAW!!! Bener – bener awesome! Amazing! Wonderful! Bikin terpukau. Ini salah satu mimpiku. Kembang api, malam tahun baru, with him 🙂

Advertisements