Pernah aku melakukan salah. Memilihmu dan meninggalkannya. Dia yang selalu ada untukku. Itu egoku. Ego yang meraja dan bercokol dengan angkuhnya. Hingga ku meninggalkannya dan melupakan semua cerita cinta. Salahku mendekatimu. Salahku meng-iya-kanmu. Salahku sambut uluran tanganmu. Ah, tidak, ini bukan salahku sepenuhnya. Ini juga salahmu. Salahmu mencintaiku. Salahmu buatku bohonginya. Ya, salahmu, sampai aku hanya mampu memandang kekurangannya.

Dan sekarang aku kembali padanya. Paksaan? Of course not πŸ™‚ Aku memilih kembali padanya karena memang dia yang selalu ada di hatiku. Tangisku? Bukan karena takut kehilanganmu, tp penyesalanku, atas kesalahanku. Kemarin? Mungkin ego, mungkin jenuh.

Kini, aku baik-baik saja, dengannya dan tanpamu. Happy? Yes, I am. Happy. Happier. Better than before. Goyah? No, I’m not. πŸ™‚

apapun kata orang, entah mereka berkat bodoh, caci maki, hina dina, biarlah. setiap orang punya kisahnya masing-masing.

<i><b>belajar dewasa. belajar bijaksana. dengan sederhana..</b></i> πŸ™‚

Advertisements