Posts from the ‘short story’ Category

Jogja, Solo, tahun baru, dan Kami

SOLO | Solo Balapan | 31 Januari 2011 | sampai di sini hari sudah mulai gelap dan disambut rintik hujan. setelah berjubelan di dalam kerata yang penuh dari Jogja, tetap tersenyum sesampainya di sini. Yes! I’m happy! 🙂

Kupat tahu special Solo cabang pasar Nunukan | Banyak becak dimana-mana, tapi kami memilih untuk jalan kaki. Selain nostalgia jaman awal pacaran, jalan kaki juga lebih seru untuk kami. YES! we love walk! 🙂

Dari setasion SoloBalapan, ambil arah ke kanan dari pintu keluar. Tinggal ikuti jalan raya. Belok kiri setelah taman kota (lupa namanya ;p). Lurus sampai ada perempatan, belok kiri, sebrang jalan, di sana ada banyak, tapi ini yang paling enak. 🙂

Pulang kembali ke Setasiun SoloBalapan barulah kami naik becak. Selalu begitu 😀

Kereta PRAMEKS (Prambanan Ekspress) | Cuma kereta ini yang bisa membawa kami pulang ke Jogja karena kami tak membawa kendaraan sendiri. gak juga sih tapi ya, kalau kami sampai kelewatan kereta ini, rencana kami akan naik bus malam. seru pasti! hahaha.

JOGJA | Tugu Serangan Oemoem Satoe Maret | ini menyenangkan saat bisa berada di sini lagi seperti satu tahun yang lalu. malam yang sama, tempat yang sama, orang yang sama, dengan rasa yang jauh lebih sempurna. 🙂

Firework | 1 Januari 2010 | and this is it! new year firework yang kami tunggu-tunggu. kami bukan merayakan tahun barunya, tp kami suka firework-nya. karya seni yang WOW! gimana bisa di dalam tabung panjang keluar nyala warna-warni yang berbeda-beda. hihihii

 

Tanpa rencana. Semua tanpa rencana. Ok, awal memang ada rencana, tapi karena satu jadwal meleset jadi semua berubah. Hari udah sore pas akhirnya memutuskan berangkat ke Solo. untuk mengganti nonton firework pikirnya, karena belum minta ijin. ternyata? Solo iya, firework iya. ahay!

what a wonderful day..what a wonderful night..what a wonderful love.. \(^o^)/

-Love LAf..LAf is Love-

the pandora box (part 2)

pandora box itu seperti kotak pesakitan. jadi mari kita bakar saja. musnahkan semua sampai tak bersisa. kejam? tentu saja tidak…

untuk apa ada kotak itu? menyimpan kenangan “manis” yang “menyakitkan“? hah. apa pula itu. apa manfaatnya? untuk mengingatkan kalau dulu adalah “kesalahan”? belajar jadi lebih baik? munafik! saat membuka lagi kotak itu, pasti ada rasa yang kembali berdesir. pasti ada kenangan berputar. pasti ada, “ah..dulu kami seperti ini”, “iya ya..dulu kami seperti itu”, “dulu kami ke sana..bahagia..kenapa sekarang..ah..”.

secara tidak langsung, anda sedang “mendua”, anda sedang “mebohongi”, dan anda sedang “menghianati” seseorang yang diam-diam menitikkan air mata saat melihat kotak itu. the pandora box.

itulah kenapa saya tidak pernah menyimpan kenangan masa lalu secara sengaja 🙂

the past is a lesson, not to save, not to remember

dear mantan…

5 Juni 2011

Hari ini 23th usiamu. Hanya doa yang dapat ku panjatkan padaNya. Berharap kau slalu bahagia dan dalam lindungannya. Ku terus berharap dan berdoa agar kau slalu ikhlas menerima semua yang telah digariskanNya, juga slalu menerima dengan sabar, dan jangan lupa untuk selalu BERSYUKUR atas apa yg telah DIA berikan untukmu. Semua kemudahan dan karunia yg DIA berikan lewat siapa pun mereka. Di luar sana masih sangat banyak yang tak seberuntung kamu. Aku yakin kau akan mendapat kebahagiaanmu seletah semua kerja kerasmu. Senyummu akan kembali. Semua akan terbayar. Pasti 

6 hari lagi, 11-6-11, semua tak akan lagi sama. Semua benar-benar akan berubah. Terutama hidupmu. Karena hidupmu tak akan lagi sendiri. Tak akan ada lagi kata-kata kesepian. Ah, tak perlu ku sebut satu persatu. Hari itu, kau akan mengucap janji padaNya untuk setia kepadanya yang disaksikan kedua orang tuamu yang akan tetap menganggapku anak dan tetap ku sayang, adik-adik cantikmu yang selalu memanggilku “mbak”, orang tuanya, seluruh keluarga besar kalian, teman-teman kalian, juga penghulu tentunya. Ya, penghulu. Hari itu InsyaAllah kalian akan dipersatukan.

Malam ini, aku hanya ingin menyampaikan, “I’, Papa, Bunda, nsa sudah ikhlas lahir batin, nsa di sini sudah lama punya seseorang yang selalu siap jagain nsa, yang nsa sayang, juga sayang nsa. Kalian akan tetap jadi keluarga nsa. Nsa akan tetap sayang kalian seperti kata papa yang akan sayang nsa sampai waktu yang tak terbatas.” 🙂

Happy birthday Ji’i… 🙂

BULAN ♡ BINTANG *the story of bulan&bintang*

a good day , for a better tomorrow

❀❀bulan: sambil memandangi foto yg tertempel di dinding, menunggu seseorang di sana menjawab telponnya.
❀bintang: beranjak dari meja kerja ke tempat tidur dan menjawab telpon, “hallo..”.
❀❀bulan: “hallo..” dengan manja, “sayang, kalo telpon cuma pengen denger suara kamu gak apa kan, bi?”
❀bintang: “emang kenapa pengen denger suara aku, bu?”
❀❀bulan: “kan kangen, yaaanx.” jawabnya sambil senyum – senyum.
❀bintang: “ini udah denger kan sayang..kalo udah denger mau apa lagi? udah kan berarti telponnya?” katanya menggoda.
❀❀bulan: “ih ya enggak dong, bi.” rengeknya kesal tapi tetap manja, “kan masih pengen ngobrol. hehe..”
❀bintang: “hehe..iya deh. eh, kita udah berapa lama emang udah gak ketemu?” beranjak dari tempat tidur dan mematikan laptopnya.
❀❀bulan: “uhmmm…berapa lama ya? udah lamaaaaaaaaaaaaa banget deh pokoknya!”
❀bintang: “aih, masa sih, bu? pantesan ya kangen banget ni aku.”
❀❀bulan: ” ah gombal ni! kita kan baru ketemu kemarin lusa, sayang..” dengan nada gemas manjanya.
❀bintang: ” iya ya? kemana kita kemarin, bu?”
❀❀bulan: “huhuhuuu…masa lupa baru kemarin lusa aja, kita kan abis makan di sana terus kita muter – muter gak jelas itu lhooo.” semakin gemas.
❀bintang: “oh iya ya. kita kan dari sana kemarin itu ya. hehehee. jadi ngantuk nih..”
❀❀bulan: “kok ngantuk?”
❀bintang: “denger suara kamu nih, yank. jadi pengen peluk. tidur. ketemu di mimpi.”
❀❀bulan: tersipu malu, “ih sayang ni bisaaa aja. yuk tidur. tadi lagi apa, yank?”
❀bintang: “lagi kerja, tapi udah selesai.”
❀❀bulan: “oh ya udah, matiin dulu laptopnya geh!”
❀bintang: “udah kok. hehe. nite sayank-ku. mimpi indah ya. love you..”
❀❀bulan: “mimpi indah juga ya sayank. love you too..”

Di ujung timur jogja, disebuah kamar bercat putih, bintang langsung terlelap setelah mematikan telpon. tidur dengan kerinduan dan rasa bahagia. Sedangkan di ujung barat Jogja, disebuah kamar bercat biru, Bulan tidak langsung tidur seperti Bintang yang sudah terlelap, bahkan mungkin sudah bermimpi. Bulan masih memandang foto yang tertempel di dinding di samping tempat tidurnya sambil tak hentinya tersenyum. Lalu dia peluk sebuah boneka berwarna biru. dia panjatkan doa untuknya dan Bintang, lalu tidur juga dengan kerinduan dan kebahagiaan.

apa yg terjadi selanjutnya? kita tunggu saja cerita selanjutnya besok 🙂
*ceritanya mau bikin penasaran*